4 Aturan Beli Asuransi Jiwa Agar Tidak Menyesal

Hal-hal buruk seperti kematian tentunya bukan sesuatu yang dinantikan dalam hidup, bahkan bisa dikatakan bahwa ini adalah sebuah musibah yang dihindari oleh setiap orang. Namun memang takdir tidak dapat dilawan. Jiwa sudah waktunya ajal datang menjemput, maka sudah pasti terjadi. Efek yang ditimbulkan oleh kematian inilah yang paling dihindari, apalagi pada anggota keluarga yang ditinggalkan, karena sudah pasti menyebabkan masalah keuangan, untuk mencegahnya Anda bisa mengandalkan produk asuransi jiwa.

Asuransi bukan sesuatu yang baru lagi di zaman sekarang, karena makin banyak orang yang sadar akan pentingnya menyiapkan produk proteksi semacam ini, serta memutuskan untuk membelinya. Namun memang stigma-stigma negatif tentang produk keuangan yang satu ini masih ada, sehingga membuat sebagian orang masih menunda untuk beli produknya, padahal sebenarnya penting untuk kebutuhan di masa depan yang tidak dapat diprediksi nantinya.

Jangan khawatir karena banyak perusahaan yang menawarkan premi asuransi murah, sehingga jika masalah Anda masih terkait kondisi keuangan, maka bisa disesuaikan produk manakah yang paling pas untuk digunakan. Adapun diantaranya beberapa aturan beli asuransi jiwa yang penting untuk dilakukan, agar Anda tidak menyesal, yaitu :

  1. Evaluasi kebutuhan terlebih dahulu, mengevaluasi kebutuhan Anda membuat nasabah bisa beli produk yang pas nantinya, yaitu mengurangi resiko salah pilih jenisnya. Apalagi sudah tidak asing lagi bahwa asuransi ini punya banyak jenis, mulai diantaranya produk murni berjangka, unit link sampai dengan dwiguna semuanya ada. Perbedaan jenis ini mempengaruhi manfaat yang didapatkan oleh tertanggung, apakah sekedar mendapatkan uang pertanggungjawaban ketika nasabah meninggal dunia, mendapatkan manfaat sebagai tabungan atau bahkan dapat dijadikan sebagai produk investasi di masa depan. Penting sekali melakukan evaluasi sebelum mulai membeli produknya.
  2. Mengecek kondisi keuangan, membeli asuransi tidak sekedar sekali keluarkan uang untuk pembelian di awal maka sudah cukup, karena asuransi ini bukanlah sebuah barang, melainkan produk perlindungan. Dimana nantinya ketika Anda memutuskan untuk membeli asuransi, maka mau tidak mau harus memenuhi kewajiban untuk membayar premi secara rutin setiap bulan, pembayaran premi ini dilakukan untuk memastikan agar asuransi tersebut tetap aktif dan memberikan manfaat perlindungan secara optimal. Sekarang ini ada banyak nasabah yang mengalami gagal bayar asuransi, sehingga preminya dinonaktifkan, akibatnya manfaat tidak bisa dirasakan. Untuk itu pastikan melakukan evaluasi keuangan, setidaknya jangan sampai harga premi yang dipilih lebih dari 30 persen penghasilan.
  3. Melakukan riset untuk melihat kualitas produknya, jangan ragu jika seandainya ingin membanding-bandingkan antara satu produk asuransi dengan yang lainnya, apalagi dengan banyaknya perusahaan yang menerbitkan asuransi tersebut. Anda bisa mengumpulkan beberapa nama yang dikenal bagus serta aman, setelah itu banding-bandingkan portofolionya dan pilih yang terbaik. Ingat bahwa tidak semua perusahaan penerbitnya aman, banyak yang masih belum terdaftar OJK bahkan sampai punya kondisi keuangan yang bermasalah atau tidak sehat.
  4. Hitung-hitung terlebih dahulu manfaat yang dibutuhkan, dalam menentukan besarnya uang pertanggungjawaban tidak dapat dilakukan sesuka hati, ada rumus yang dapat digunakan untuk menghitungnya. Mengingat hal utama yang paling dibutuhkan dari asuransi ini adalah manfaat pertanggungjawaban, maka tidak boleh asal didalam menentukan jumlahnya, semata-mata hal ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan jumlah yang paling ideal, tidak kurang atau berlebihan sehingga bahkan tidak sanggup membayar preminya. Umumnya semakin banyak anak maka otomatis nilai manfaat yang dibutuhkan jadi semakin tinggi, namun kembali juga harus disesuaikan dengan premi. Karena harga premi asuransi sebanding lurus dengan manfaat yang didapatkan.

Pilihan paling aman beli asuransi jiwa hanya di I Love Life dari Astra, produk Flexi Life Astra bisa berikan manfaat perlindungan sampai 5 miliar rupiah, sedangkan untuk Flexi Life Syariah menawarkan manfaat proteksi maksimal hingga 2 miliar rupiah. Jadi lebih tertarik untuk pilih produk yang mana? Jangan khawatir karena semuanya sudah berbasis digital, sehingga memungkinkan kemudahan mendapatkan yang terbaik dan mudah pembeliannya. Jangan ditunda-tunda, karena semakin ditunda harga premi jadi semakin mahal, sementara resiko dalam hidup semakin tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *