Apa, sih, Kriteria Rumah Menurut Gen Z?
Sekarang, Gen Z selain melek digital juga sudah melek dengan properti. Gen Z yang akrab dengan dunia digital memengaruhi persepsi mereka tentang rumah ataupun hal yang mengenai konsep hunian, yang akhirnya ada kombinasi unik antara tradisi dan inovasi terhadap rumah. Rumah tidak melulu membahas soal fasad atau struktur fisik, melainkan juga harus mencerminkan aspirasi, identitas, dan tantangan yang dihadapi oleh generasi ini. Seperti inspirasi rumah minimalis yang memiliki isi yang lebih simpel dan minimalis sesuai dengan sang penghuni. Lalu, kira-kira apa yang mereka pikirkan mengenai rumah?
Rumah Menurut Gen Z
Para Gen Z, yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an ini sudah menapaki dunia dewasa. Tidak hanya itu, mereka juga bertumbuh bersama dengan teknologi, di mana dari teknologi tersebut sudah memengaruhi cara dari Gen Z untuk berkomunikasi, bekerja dan salah satunya adalah memandang konsep dari rumah. Dari buku Kids as Consumers : A Handbook of Marketing to Children oleh James McNeal, yang salah satu isinya adalah sekarang rumah memiliki persepsi yang berbeda antara Gen Z dan generasi sebelumnya. Rumah bukan hanya sekedar tempat tingga, tapi juga ruangan untuk bekerja, belajar, dan berekreasi.
Rumah Adalah Ruang yang Multifungsi
Pada tahun 2020, bekerja dan belajar dari rumah menjadi tren terbaru yang sudah diterima oleh institusi pendidikan dan perusahaan. Hal ini juga yang membuat Gen Z harus mendesain dan bisa mengorganisir ruangan lain di rumah yang bisa dijadikan sebagai kantor. Pada buku Home Design in the Age of Digital Natives oleh Alexander Lange, sekarang ruangan seperti ruang tamu, ruang tidur, dan bahkan dapur tidak hanya memiliki satu fungsi, furnitur lain seperti meja kerja, papan tulis, dan perangkat teknologi bisa ditemukan di rumah.
Tantangan yang dihadapi Gen Z, Tantangan Keterjangkauan Rumah
Buku yang ditulis oleh David P. Varady yang berjudul Housing Affordability : Challenges for the New Generation menyebutkan bahwa harga properti yang terus meningkat dan adanya kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat Gen Z merasa kesulitan untuk membeli rumah.
Solusinya Hunian Minimalis dan Ramah Lingkungan
Adanya tantangan yang sudah disebutkan di atas, akhirnya Gen Z lebih memilih untuk tinggal di rumah minimalis. Tidak hanya terjangkau harganya, hunian minimalis ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian Gen Z terhadap lingkungan.
Dengan adanya Gen Z yang tumbuh bersama dengan teknologi memberikan angin segar dalam dunia properti dengan adanya ide dan solusi mereka yang kreatif dan kita bisa melihat masa depan mengenai perumahan yang ramah lingkungan dan multifungsi.



