Prilly Latuconsina Tepis Kabar Nyaleg Gantikan Seseorang di dalam pemilihan raya 2024

JAKARTA Prilly Latuconsina dikabarkan akan menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024. Prilly disebut diusung salah satu partai kebijakan pemerintah untuk menggantikan seseorang.

Kabar Prilly terjun ke dunia urusan politik pun dengan segera menghebohkan media sosial. Namun, hal ini dengan tegas dibantah oleh Prilly. Lewat akun TikTok pribadinya, artis 27 tahun ini mengaku keluarganya kaget dengan munculnya pemberitaan tersebut.

“Baru-baru ini tuh sempat heboh di area grup keluarga adalah berita aku mau nyaleg pada media. Bahwa aku mau nyaleg dalam salah satu tempat menggantikan seseorang,” kata Prilly dikutipkan Kamis (28/12/2023).

“Terus grup keluarga besar aku heboh dong kayak, ‘Ini beneran? Serius mau nyaleg? Bukannya Prilly belum siap untuk terjun ke politik?’. Gitu gitu kan,” sambungnya.

Pemilik nama asli Prilly Mahatei Latuconsina itu meyakinkan kabar dirinya menjadi caleg dalam pemilihan umum 2024 adalah hoaks. Dia pun terpaksa memberikan klarifikasi ke keluarga kemudian temannya untuk meredam pemberitaan tersebut.

“Terus aku harus klarifikasi ke temen-temen aku yang digunakan ngirim beritanya ke aku, ke keluarga aku sendiri, bahwa kayak, ‘Nggak nggak itu nggak ada konfirmasi sejenis sekali sejenis aku, itu hoaks’,” jelasnya.

Bintang film Gita Cinta dari SMA ini kemudian menjelaskan dampak dari beredarnya hoaks tersebut. Prilly bahkan merasa reputasinya tercoreng dikarenakan adanya berita semacam ini.

Apalagi, oknum penyebar berita cenderung memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadinya.

“Kadang pusing, kayak mempengaruhi aku banget kan, terus keluarga aku, ditanya mirip beberapa rekan kerja aku apakah bener aku terjun ke politik. Jadi ya lumayan mengganggu reputasi aku juga berita-berita kayak gitu,” ujarnya.

“Misalnya berita kayak gitu tuh itu namanya taktik merusak reputasi. Jadi beliau pakai judul yang nggak sesuai mungkin saja sejenis isinya atau ia pakai judul clickbait supaya beritanya diklik sejenis orang-orang padalah beritanya nggak benar atau nggak terkonfirmasi atau nggak tervalidasi sebanding yang bersangkutan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *